Misi Kemanusiaan, Tim Medis Diberangkatkan ke Wilayah Terisolir Kecamatan Bintang Menggunakan Heli BNPB
Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan dampak bencana dengan memberangkatkan misi kemanusiaan tim medis dari IDI Aceh Tengah ke daerah terisolir di Kecamatan Bintang. Pemberangkatan dilakukan menggunakan helikopter BNPB melalui Bandara Rembele, Kamis (25/12/2025).
Sebanyak dua tim kesehatan dengan total delapan tenaga medis dikirim untuk melayani masyarakat di tiga kampung terisolir, yakni Kampung Serule, Jamur Konyel, dan Atu Payung. Tim medis tersebut membawa logistik obat-obatan dan direncanakan akan menjalankan misi kemanusiaan selama tiga hari di lokasi terdampak.
Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si turut hadir langsung mengantarkan keberangkatan tim medis. Selain memastikan kesiapan tenaga kesehatan, Bupati juga membawa bantuan logistik sembako, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terisolir. Dalam rombongan turut hadir Brigjen Ismed utusan dari BNPB, serta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Tengah.
Bupati Aceh Tengah menjelaskan bahwa wilayah tujuan merupakan daerah dengan tingkat kerusakan dan keterisolasian yang sangat parah akibat longsor.
“Hari ini kami berangkat ke Kampung Serule, Jamur Konyel, dan Atu Payung di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Daerah ini terisolir, dengan hampir 81 titik longsor. Kami hadir bersama tim medis berjumlah delapan orang, membawa bantuan logistik beras dan sembako. Kami juga hadir bersama Ibu Ketua Tim PKK untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya”, kata Bupati.
Bupati juga menyampaikan bahwa rombongan akan bermalam di lokasi demi memastikan pelayanan kesehatan dan bantuan berjalan optimal.
“Kami akan bermalam di sana. Mohon doa dari semua pihak agar kami diberi kelancaran dan keselamatan, serta dapat membantu masyarakat yang sangat membutuhkan”, tambahnya.
Misi kemanusiaan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, meskipun harus menembus medan berat dan keterbatasan akses. (RH/ProkopimAT)
