Pj. Bupati Dorong Percepatan Penerapan SPBE Dilingkungan Pemkab Aceh Tengah

309

Takengon – Penjabat Bupati Aceh Tengah, T. Mirzuan meminta kepada seluruh OPD dibawah jajarannya untuk mendukung percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Hal tersebut disampaikan T. Mirzuan dihadapan seluruh Kepala SKPK dan Camat dalam rapat pembahasan percepatan penerapan SPBE dikabupaten setempat yang berlangsung di ruang kerja Bupati Aceh Tengah, Kamis (30/01/2023).

Dikatakan Mirzuan, pentingnya penerapan SPBE secara terintegrasi diseluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten akan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan.

“Dengan penerapan SPBE, cita-cita kita untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya akan segera tercapai,” ujar T. Mirzuan.

Oleh karenanya Mirzuan menyebutkan, untuk mendukung dan optimalisasi percepatan pengembangan SPBE didaerah ini perlu kolaborasi dan komitmen semua pihak, terutama OPD selaku pemilik dan pengguna utama layanan SPBE.

“Kita semua perlu kerjasama dalam percepatan penerapan SPBE. Karena pekerjaan ini bukan hanya merupakan pekerjaan satu dua OPD, tetapi membutuhkan komitmen dan kesunggguhan dari seluruh perangkat daerah,” katanya.

“Tentunya ya, apabila SPBE ini dapat berjalan dengan baik, pastinya akan menunjang kita untuk berinovasi dan mendukung Smart City. Dan yang terpenting, ini adalah bagian dari kinerja pemerintahan kita,” ujarnya lebih lanjut.

Pj. Bupati itu juga mengingatkan, dalam rangka penegakan reformasi birokrasi, SPBE bukan sekedar pilihan akan tetapi sebuah keniscayaan yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Untuk itu saya yakin, kita semua yang ada disini pasti memiliki komitmen yang sama untuk mendukung percepatan penerapan SPBE didaerah yang kita cintai ini.” Pungkas Mirzuan.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, Khairuddin dalam paparannya, menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan sejauh ini termasuk hambatan dan permasalahan yang dihadapi dalam penerapan dan pelaksanaan SPBE dikabupaten berhawa sejuk itu.

Dia mengungkapkan, trend perkembangan indeks menuju penerapan SPBE dikabupaten ini dari tahun ketahun terus semakin membaik, yang ditandai dengan pengembangan berbagai infrastruktur dan suprastruktur penunjang SPBE.

Khairudin merinci pengembangan infrastruktur itu telah mulai dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan penganggaran seperti penanganan daerah tidak terjangkau jaringan internet (blankspot), pengadaan mobil pelayanan publik berbasis internet atau mobile internet, penyediaan fasilitas Command Center dan server Aceh Tengah Satu Data, hingga pembangunan jaringan fiber optik milik Pemkab Aceh Tengah yang menjangkau empat kecamatan.

Dalam aspek penunjang suprastruktur, Khairudin menyebutkan Kabupaten Aceh Tengah telah mengoperasionalkan secara aktif Aceh Tengah Command Centre (ATCC), pemasangan CCTV pemantau lalu lintas di 22 titik dalam Kota Takengon, detail dokumen Rencana Induk Smart City (RISC), dan pengembangan aplikasi pendukung berbasis SPBE, serta teranyar telah dilakukan soft launching Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Kami yakin, dengan kerja keras kita bersama dalam waktu tidak terlalu lama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat mengimplementasikan pelayanan berbasis SPBE dan juga menghantarkan Aceh Tengah selangkah lebih maju mewujudkan program layanan Smart City.” Sebutnya.

Menutup paparannya, Khairudin mengemukakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Kominfo akan terus berbenah dalam penerapan SPBE. Pihaknya terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi demi memaksimalkan pelayanan publik kearah yang lebih professional, efektif dan efisien. (IMH/ProkopimAT)

X