Takengon – Dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas, Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan menghadiri dan membuka resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Saber Pungli dan Budaya Anti Korupsi serta Tolak Gratifikasi bagi Penyelenggara Pemerintahan Kampung di lingkungan Kabupaten Aceh Tengah.
Acara yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Aceh Tengah bekerja sama dengan Inspektorat Kabupaten Aceh Tengah ini, berlangsung di Oproom Setdakab setempat, Rabu (28/05/2025).
Inspektur Kabupaten Aceh Tengah, Aulia Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa para Reje memiliki peran vital dalam peningkatan pembangunan daerah. Menurutnya, dengan pemahaman yang mendalam mengenai korupsi dan gratifikasi, para Reje Kampung diharapkan dapat meningkatkan integritas aparatur kampung melalui pembangunan budaya anti korupsi dan tolak gratifikasi di lingkungan kampung masing-masing.
“Pembangunan akan semakin baik dan tepat sasaran apabila pada pemerintahan kampung sudah memahami tentang Saber Pungli, budaya anti korupsi dan tolak gratifikasi,” ujar Aulia.
Aulia Putra juga mengajak para reje yang mengikuti FGD dikesempatan itu untuk berinisiatif membentuk kampung anti korupsi demi menciptakan tata kelola kampung yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal ini perlu dilakukan dalam upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip anti korupsi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat kampung, sebagaimana saat ini telah dimulai oleh Kampung Kuteni Reje Kecamatan Lut Tawar, yang telah menjadi percontohan kampung anti korupsi.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan FGD ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Dikatakannya, pungutan liar dan korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas karena menghambat roda pembangunan dan merugikan masyarakat.
Muchsin Hasan juga mengingatkan para Reje Kampung sebagai garda terdepan pemerintahan di tingkat paling bawah, untuk menjadi teladan dalam menjaga integritas dan transparansi.
“Saudara-saudara Reje adalah ujung tombak pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat ada di tangan Anda sekalian. Jadikanlah setiap kebijakan dan keputusan yang diambil berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” pesannya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Muchsin Hasan turut menyampaikan apresiasinya kepada Satgas Saber Pungli dan Inspektorat Kabupaten Aceh Tengah atas inisiatif penyelenggaraan FGD ini. Ia berharap, melalui kegiatan ini, pemahaman dan kesadaran anti korupsi akan semakin tumbuh di seluruh elemen pemerintahan kampung.
“Mari bersama-sama kita bangun budaya anti korupsi dan tolak gratifikasi. Dengan begitu, cita-cita kita untuk mewujudkan Aceh Tengah yang bersih, maju, dan sejahtera dapat tercapai,” pungkas Muchsin Hasan.
Dalam FGD tersebut, menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Anggota Reskrim Polres Aceh Tengah Brigadir Rivandi Roja, S.H., M.H., dan Auditor Muda Inspektorat Kabupaten Aceh Tengah, Mustaruddin, S.E., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari 17 kampung di tiga kecamatan, yaitu Bebesen, Kebayakan, dan Lut Tawar. (IMH/ProkopimAT)
