Wakil Bupati Aceh Tengah Terima Audiensi Tim FTUI Dalam Rangka Misi Kemanusiaan Dan Pemetaan Pascabencana Di Kabupaten Aceh Tengah

19

Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, menerima audiensi Tim Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang dipimpin oleh Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., serta melibatkan kolaborasi dengan Posko Rakyat Aceh Tengah dan Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI, Rabu, 21/01/26.

Sebelumnya Tim FTUI menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Di Desa Kala Segi, bantuan berupa alat tulis dan perlengkapan kebersihan diberikan untuk mendukung pemulihan aktivitas pendidikan dan lingkungan. Sementara itu, masyarakat Desa Toweren menerima bantuan mesin pemotong kayu yang diharapkan dapat dimanfaatkan bersama untuk mendukung rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan ekonomi warga.

Tidak hanya menyalurkan bantuan, Tim Satgas Kebencanaan FTUI juga melakukan pemetaan kebutuhan lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan lokal. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kontribusi FTUI pada fase pemulihan jangka menengah dan panjang berbasis keilmuan, teknologi, dan keahlian multidisiplin.

Dalam audiensi tersebut Tim FTUI bersama Wabup Muchsin dan Kepala Dinas PUPR, Pijas Visara, ST, membahas hasil awal dan rencana assessment terkait fenomena sinkhole dan potensi longsor di sejumlah wilayah terdampak. Diskusi juga menyoroti pentingnya analisis kondisi tanah dan geologi sebagai dasar penguatan mitigasi bencana ke depan.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam proses pemulihan pascabencana. Beliau juga mengatakan bahwa multidisiplin ilmu harus berjalan linear sehingga mendapat hasil selain memulihkan keadaan saat ini juga dapat memitigasi bencana alam kedepannya.

“Mesin dan alat yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi, solidaritas, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Wabup Muchsin menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi kolaborasi dengan Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI), khususnya dalam pendampingan teknis dan penerapan mitigasi bencana secara berkelanjutan di Aceh Tengah.

“Kami menyambut baik keterlibatan Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang tidak hanya hadir dengan bantuan kemanusiaan, tetapi juga dengan pendekatan keilmuan dan teknologi. Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan Aceh Tengah yang lebih aman dan berkelanjutan,” Ungkap Wabup Muchsin.

Sebagai tindak lanjut, akademisi FTUI merencanakan analisis kondisi tanah di sejumlah lokasi terdampak, menyusul kekhawatiran warga terkait kestabilan tanah pascabanjir. Beberapa wilayah, seperti Umang Isaq, Serule, serta kawasan Pondok Balek di Kecamatan Ketol, dilaporkan mengalami retakan dan lubang besar yang berpotensi menimbulkan bencana susulan. Analisis ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi teknis terkait keamanan permukiman dan mitigasi risiko di masa mendatang. (M/ProkopimAT)