Takengon – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Tengah tahun ini berlangsung dengan suasana berbeda. Bukan hanya menjadi sejarah kembalinya Lapangan Musara Alun pusat pelaksanaan upacara, peringatan kemerdekaan juga diisi dengan kegiatan sosial penyatunan anak yatim dan piatu.
Pada 17 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Baitul Mal Aceh Tengah menyalurkan santunan kepada 800 anak yatim-piatu tingkat SD dan MIN. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Musara Alun dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Masing-masing anak menerima santunan sebesar Rp500.000, sehingga total santunan yang disalurkan mencapai Rp400.000.000 atau empat ratus juta rupiah. Dana tersebut bersumber dari muzaki Baitul Mal Aceh Tengah tahun 2026.
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Tengah bersama Wakil Bupati Aceh Tengah. Secara simbolis, santunan diserahkan kepada 100 anak yatim-piatu pada rangkaian Upacara Penurunan Bendera HUT RI.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si mengatakan, anak yatim merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak meninggalkan dan terus memberikan perhatian kepada anak-anak yatim.
“Anak yatim butuh perhatian kita. Jangan pernah tinggalkan anak yatim. Hari ini mereka berbahagia memeriahkan HUT RI”, ujar Bupati.
Ia juga berpesan kepada anak-anak penerima santunan agar tetap bersekolah dan terus mengejar cita-cita. “Tetap bersekolah untuk cita-cita. Semua hadir hari ini untuk anak yatim. Mari kita berdoa agar Aceh Tengah ke depan selalu dalam lindungan Allah, karena cinta kepada anak yatim”, katanya.
Penyaluran santunan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Baitul Mal dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim-piatu di tengah momentum peringatan kemerdekaan. (RH/ProkopimAT)
