Takengon – Di tengah bencana longsor dan banjir bandang yang mengisolir sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah, terselip sebuah kisah penuh haru dan makna. Dalam perjalanan menembus Kecamatan Celala yang terisolir akibat bencana alam, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si tanpa diduga menjadi saksi sebuah peristiwa sakral pernikahan sepasang kekasih yang dipersatukan di tengah keterbatasan.
Momen mengharukan itu terjadi saat Bupati Aceh Tengah melakukan peninjauan ke wilayah terdampak bencana. Dalam perjalanan, rombongan secara tidak sengaja bertemu dengan sebuah keluarga dari Wih Pongas, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, yang tengah berjuang mengantarkan putra mereka untuk melangsungkan akad nikah dengan mempelai wanita yang berada jauh di Berawang Ramung, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.
Akses jalan yang terputus akibat longsor dan banjir bandang memaksa keluarga pengantin menempuh perjalanan dengan penuh perjuangan. Mereka harus menggunakan sepeda motor, berjalan kaki, melewati longsoran tanah, serta menyeberangi sungai, demi satu tujuan: menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan.
Dengan segala keterbatasan, akad nikah pun akhirnya dapat dilangsungkan secara sederhana ala bencana, disaksikan masyarakat sekitar. Tangisan bahagia pecah dari keluarga kedua mempelai, menciptakan suasana haru di tengah musibah yang melanda.
Melihat kegigihan dan ketulusan keluarga, Bupati Aceh Tengah berinisiatif langsung menjadi saksi nikah dalam pernikahan tersebut, menjadikan momen itu semakin berkesan dan bersejarah.
Adapun pasangan pengantin yang melangsungkan akad nikah adalah M. Darwin (22 tahun), warga Wih Pongas, Kabupaten Bener Meriah dengan Misna (20 tahun), warga Berawang Ramung, Kecamatan Celala, Aceh Tengah.
Usai akad nikah, Bupati Aceh Tengah menyampaikan pesan dan amanah penuh makna kepada kedua mempelai dan keluarga.
“Di tengah suasana bencana ini, keluarga dari Wih Pongas sudah hampir sepuluh hari belum bisa kembali karena akses terputus. Namun dengan kegigihan orang tua, anaknya tetap diantarkan untuk menikah di salah satu kecamatan yang terisolir”, Kata Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi atas kehendak Allah SWT. “Tidak pernah terpikir pernikahan ini akan dihadiri saksi dan pejabat. Semua ini adalah kuasa Allah SWT. Darwin, jangan sekali-kali mengkhianati perjuangan orang tuamu yang menggendong dan mengantarkanmu melewati medan berat demi pernikahan ini”, pesannya.
Menutup penyampaiannya, Bupati menyampaikan doa dan ucapan selamat. “Semua ini terjadi tanpa direncanakan. Meski menikah dalam suasana bencana, semoga pernikahan ini mendapat ridho Allah SWT dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah”, tutupnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana dan cobaan, harapan, cinta, dan keikhlasan tetap tumbuh, menguatkan semangat masyarakat Aceh Tengah untuk bangkit bersama. (RH/ProkopimAT)
