Mayarakat Bintang Pepara Sepakat Relokasi, Bupati Haili Pastikan Hunian Aman dan Masa Depan Anak Terjamin
Takengon – Harapan baru menyelimuti masyarakat Kampung Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, setelah seluruh masyarakat sepakat meninggalkan kampung halaman sementara waktu demi keselamatan dan masa depan yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memastikan relokasi sementara dilakukan ke Kampung Jalan Tengah, Kecamatan Ketol, tepatnya di lapangan sepak bola, sembari menyiapkan hunian sementara dan hunian tetap.
Kesepakatan ini disampaikan dalam kunjungan langsung Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, ke lokasi pengungsian masyarakat Bintang Pepara di SMP Negeri 32 Takengon, Sabtu (03/01/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah hadir sepenuhnya untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat pengungsi.
“Untuk stok logistik, beras dan kebutuhan pokok sudah kami siapkan sampai Hari Raya. Semua lengkap. Tidak perlu khawatir soal makan”, ujar Bupati di hadapan para pengungsi.
Selain logistik, Bupati juga memastikan bahwa kebutuhan sandang dan perlengkapan rumah tangga telah tersedia per kepala keluarga, mulai dari selimut, pakaian, perlengkapan dapur hingga seragam sekolah anak-anak.
Namun setelah melihat langsung kondisi lapangan dan beratnya akses pengangkutan logistik, terutama ke wilayah Burlah, Bupati menyampaikan keputusan penting.
“Setelah kita lihat kondisi ini, memang harus pindah ke sebelah, ke Jalan Tengah. Untuk sementara kita siapkan hunian sementara, satu rumah satu KK, agar lebih nyaman dan bisa memasak sendiri”, jelasnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa hunian tetap tidak boleh ditunda terlalu lama dan akan segera dibahas bersama masyarakat. Pemerintah juga akan memberikan biaya hidup kepada masyarakat selama masa tinggal di hunian sementara.
“Nanti ada biaya hidup yang ditanggung pemerintah. Jadi Ibu-ibu tidak perlu khawatir. Yang paling penting hari ini, anak-anak harus tetap sekolah. Tidak ada alasan. Pagi belajar, sore mengaji. Mereka harus kuat”, tegasnya.
Sementara itu, Reje Kampung Bintang Pepara, Misran, SH, menyampaikan kondisi terkini warga yang kini mengungsi di Kampung Buge ara. “Jumlah KK yang mengungsi ada 99 KK dengan 360 jiwa. Kebutuhan yang paling mendesak sekarang adalah air bersih. Logistik pangan masih bisa bertahan empat sampai lima hari. Listrik belum berfungsi, kami masih menggunakan genset bantuan pemerintah”, ucapnya.
Menjelang bulan Ramadan yang tinggal satu bulan lagi, Reje Misran menyampaikan harapan besar masyarakat agar hunian sementara segera dibangun.
“Kami bersama masyarakat sudah sepakat, Pak. Dimanapun direlokasi nanti untuk hunian sementara, kami siap. Yang penting kami bisa tinggal aman”, ucapnya, disambut anggukan masyarakatnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah kembali menegaskan komitmennya. “Pemerintah hadir. Jangan khawatir soal makan, tempat tinggal, dan pendidikan anak-anak. Kita hadapi ini bersama, dan kita bangkit bersama”, tutup Bupati. (RH/ProkopimAT)
