Shabela Terima Kunjungan Sejumlah Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan Aceh

242

Takengon – Bupati Drs. Shabela Abubakar didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tengah Subhandhy, AP, M.Si bertempat di Ruang Kerja Pribadi Kantor Bupati Aceh Tengah, menerima kunjungan kerja dan silaturrahmi dari Sejumlah Pimpinan lembaga jasa keuangan yang beroperasi di Aceh, Jum’at (12/11/21).

Untuk diketahui tampak hadir dalam kunjungan tersebut Pimpinan Lembaga Jasa keuangan yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Aceh serta para Anggota dari Tim Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Aceh.

OJK sendiri saat ini mengawasi beberapa lembaga keuangan khusus, yaitu Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Perusahaan Pegadaian, Lembaga Penjamin, Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT. Danareksa (Persero).

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan OJK Aceh Yusri melaporkan, kunjungan kerja sekaligus silaturrahmi tersebut dalam rangka menggali potensi dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kunjungan Kami ini dalam rangka menggali potensi sumber daya serta mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, serta memberikan sosialisasi edukasi sekaligus dirangkai dengan kegiatan penyerahan bantuan bakti sosial bagi masyarakat, yayasan sosial dan juga komunitas petani di Aceh Tengah,” ujar Yusri.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar mengucapkan, Selamat datang dan terima kasih kepada OJK Provinsi Aceh, FKIJK, IKNB dan BMPD atas kunjungan dan kehadirannya di Kabupaten Aceh Tengah.

“Aceh Tengah memiliki Sumber Daya Alam melimpah, sayangnya pertumbuhan ekonominya masih di bawah pertumbuhan ekonomi daerah lainnya,” katanya.

Saat ini dengan telah berlakunya Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), transaksi keuangan di Aceh diwajibkan menggunakan prinsip syariah.

“Terkait hal tersebut, dengan kehadiran OJK dan Tim ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat, dengan program yang nyata, seperti edukasi dan sosialisasi langsung pada sasarannya,” lanjutnya.

“Kami mengharapkan kunjungan ini dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan OJK Aceh, serta semoga keberadaan Industri Jasa Keuangan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat di Aceh Tengah,” pungkas Bupati Aceh Tengah.

Usai pertemuan tersebut, secara terpisah Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Aceh Thasrif Murhadi yang turut serta hadir mengatakan, berbekal kesadaran tinggi untuk membantu masyarakat lewat penyerahan bantuan sosial kepada yayasan pendidikan difabel, masyarakat dan komunitas petani.

Kami dari PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) Aceh, berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, menyelenggarakan kegiatan Program Bantuan Sosial Kemasyarakatan sekaligus dirangkai dengan sosialisasi edukasi di beberapa titik dalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah, ungkapnya. (HMA/ProkopimAT)

X