Wabup Muchsin Hasan Buka Pacuan Kuda Tradisional Gayo, Tegaskan Event Harus Bersih dari Judi dan Pungutan Liar
Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, MSP, secara resmi membuka Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan H. Hasan Gayo, Pegasing, Senin (24/8/2026).
Dalam sambutannya, Muchsin Hasan menyampaikan bahwa pacuan kuda tradisional merupakan agenda tahunan yang telah menjadi bagian dari tradisi dan hiburan masyarakat Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan dua kali dalam setahun, salah satunya dalam rangka memperingati hari jadi Kota Takengon.
Menurutnya, melalui semangat dan perjuangan para joki, olahraga pacuan kuda tradisional Gayo diharapkan terus berkembang sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat.
“Melalui semangat juang para joki, kita harapkan dapat terus meningkatkan semangat olahraga pacuan kuda ini”, Kata Muchsin.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama pelaksanaan event. Ia meminta panitia memperhatikan kebersihan fasilitas umum, termasuk tangga dan area gedung, serta mengimbau para pedagang menyediakan tempat sampah di sekitar lapak masing-masing.
Selain kebersihan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap praktik perjudian dan pungutan liar. Muchsin menegaskan bahwa pacuan kuda tradisional Gayo harus menjadi pesta rakyat yang bebas dari perjudian dan pungutan yang membebani masyarakat maupun pengunjung.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan, event pacuan kuda tradisional ini harus bersih dari perjudian serta tidak ada pungutan-pungutan liar yang membebani masyarakat dan para pengunjung”, Lugasnya.
Ia juga menyoroti besarnya biaya sewa lapak yang dikeluhkan masyarakat melalui media sosial. Pemerintah daerah meminta penyelenggara melakukan rasionalisasi tarif agar tetap terjangkau bagi para pedagang.
Menurut Muchsin, pemerintah daerah telah memberikan dukungan anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga biaya yang dibebankan kepada masyarakat dan pedagang hendaknya disesuaikan dengan kemampuan mereka.
“Event pacuan kuda tradisional ini benar-benar merupakan hiburan untuk rakyat. Hari ini masyarakat Kabupaten Aceh Tengah masih berusaha bangkit untuk memulihkan ekonomi”, katanya.
Hal serupa disampaikan terkait tarif parkir. Pemerintah daerah berharap tidak ada pungutan parkir yang terlalu tinggi, terutama di tengah upaya masyarakat memulihkan kondisi perekonomian.
Muchsin juga mengajak masyarakat di empat desa yang berada di sekitar lokasi pacuan kuda untuk turut mendukung kelancaran kegiatan dengan menjaga ketertiban dan tidak menetapkan tarif parkir yang memberatkan pengunjung.
Wakil Bupati Aceh Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, Satpol PP, serta petugas kebersihan yang telah membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Acara ini adalah dari kita, untuk kita, dan untuk masyarakat Kabupaten Aceh Tengah yang kita bangun bersama”, ungkapnya. (RH/ProkopimAT)
