Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, beserta Ketua BKMT, Ny. Vitriani Muchsin Hasan, mengunjungi salah satu warga dhuafa, Nenek Masni, warga Desa Takengon Barat, Kecamatan Lut Tawar, Selasa (03/11/26).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui aduan langsung dari masyarakat kepada Wabup Muchsin Hasan.
Novendra Gunawan selaku Kepala Kampung Takengon Barat menjelaskan kondisi Nenek Masni. “Nenek Masni ini kurang lebih berusia 70 tahun dan hidup sendiri. Kasihan beliau. Melalui pemerintah kampung juga Ibu Masni kita berikan BLT sejumlah Rp150.000 setiap bulannya,” kata Novendra Gunawan.
Dalam pertemuan tersebut, Nenek Masni berharap untuk difasilitasi pindah dari rumah yang ditempatinya sekarang.
“ini rumah tetangga yang tidak terpakai, saya numpang saja di sini. Saya ingin pindah, saya juga sakit-sakit sekujur tubuh, mungkin karena umur saya sudah tua,” ujar Nenek Masni.
Kepala Sekretariat Baitul Mal, Majid, mengatakan bahwa pihaknya telah lama mendampingi Nenek Masni. “Ibu Masni merupakan mustahik aktif Baitul Mal dan setiap bulannya rutin kita berikan Rp500.000. Kita terus pantau beliau,” ujar Majid.
“Untuk rumah singgah Baitul Mal hari ini belum dapat ditempati karena ada renovasi hingga akhir Desember. Walau demikian untuk beberapa bulan ke depan Baitul Mal menjamin uang sewa rumah Nenek Masni sebelum pindah ke rumah singgah Baitul Mal,” tambah Majid.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Muchsin Hasan langsung memerintahkan jajarannya untuk bergerak membantu Nenek Masni.
“Saya perintahkan jajaran Kantor Camat Lut Tawar untuk mencari rumah sewa sementara yang layak sebelum Nenek Masni pindah ke rumah singgah. Baitul Mal saya minta untuk menjamin uang sewa rumah sementara,” tegas Wabup.
“Dinas Sosial saya perintahkan untuk memberikan bantuan sandang dan pangan. Kepala Puskesmas juga saya minta untuk memantau kesehatan Nenek Masni serta bantuan-bantuan lainnya. Jangan ditunda-tunda,” lanjut Wabup Muchsin Hasan.
Wabup Muchsin Hasan juga menegaskan pentingnya rasa kemanusiaan di atas birokrasi. “Keadaan seperti Nenek Masni ini harus segera kita berikan pertolongan walaupun belum bisa dianggarkan akan tetapi jika kita memiliki rasa kemanusiaan maka kita harus mendahulukan dengan harta pribadi kita,” tegas Wabup Muchsin Hasan.
Kunjungan ini menjadi cermin bahwa pemerintah hadir bukan hanya dengan program, tetapi dengan hati. Di tengah usia senja dan keterbatasan, Nenek Masni tidak sendiri, karena Aceh Tengah masih memiliki kepedulian yang tumbuh dari kepekaan mendengar, kecepatan bertindak, dan keikhlasan untuk berbagi. (M/ProkopimAT)
