Bupati Aceh Tengah Hadiri Pengajian Fuspita Kecamatan Lut Tawar, Usulkan Kolaborasi dengan Kepolisian dan Kesehatan
Takengon – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menghadiri pengajian rutin Forum Ukhuwah Silaturrahmi Pengajian Ibu-Ibu Takengon (Fuspita) se Kecamatan Lut Tawar, pada Rabu (14/05/2025) siang.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah ini disambut antusias oleh ratusan anggota Fuspita dan masyarakat sekitar yang hadir memadati lingkungan Meunasah Nurul Fikri, Kampung Asir Asir Asia.
Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga mengapresiasi peran penting Fuspita dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan ukhuwah di tengah masyarakat Aceh Tengah, khususnya di Kecamatan Lut Tawar.
Dikatakannya bahwa pengajian rutin Fuspita pada prinsipnya tidak hanya menjadi wadah untuk menambah ilmu agama, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar perempuan muslimah.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kekompakan ibu-ibu yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Silaturrahmi Pengajian Ibu-Ibu Takengon (Fuspita) se Kecamatan Lut Tawar ini. Pengajian rutin seperti ini bukan hanya menjadi wadah penting untuk menambah ilmu agama dan pemahaman tentang nilai-nilai Islam, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antar sesama muslimah di daerah kita. Semoga kegiatan positif ini terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Aceh Tengah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” ujar Haili Yoga.
Lebih lanjut terkait dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kebermanfaatan pertemuan pada pengajian rutin Fuspita, Bupati Haili Yoga dalam kesempatan tersebut mengusulkan adanya kolaborasi dalam pengajian Fuspita dengan pihak kepolisian dan tenaga kesehatan.
Bupati Haili Yoga mencontohkan bentuk kolaborasi yang mungkin dilakukan. Misalnya bersama kepolisian, dalam pengajian Fuspita dapat dilakukan sosialisasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta isu-isu sosial lainnya. Sementara dengan tenaga kesehatan, pengajian Fuspita dapat membantu dalam menyebarkan informasi terkait kesehatan ibu dan anak, pentingnya imunisasi, serta deteksi dini penyakit.
“Jadi dalam pertemuan rutin Fuspita, kita bisa bekerja sama dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Misalnya, penyuluhan kesehatan di setiap pengajian, sosialisasi tentang bahaya narkoba, atau hal-hal lain yang dianggap perlu” jelasnya.
“Dan tentu saja penyuluhan atau sosialisasi ini tidak mengganggu acara inti pengajian Fuspita seperti pembacaan shalawat, asmaul husna serta mendengarkan tausyiah dari alim ulama” tambah bupati.
Bupati berharap, kolaborasi ini telah dapat dilakukan pada pertemuan pengajian Fuspita selanjutnya. Dia berencana dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan jajaran kepolisian dan kemenag serta menggandeng Ikatan Dokter Indonesia untuk menindaklanjuti program ini dan dapat dilaunching usai Idul Adha 1446H.
“Selepas Idul Adha nanti, kita akan berkolaborasi dengan unsur kepolisian dan kesehatan,” ujar Bupati Haili Yoga.
“Tujuannya adalah agar dalam setiap pelaksanaan pengajian Fuspita, kita dapat menyisipkan sosialisasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat, serta materi tentang hidup sehat yang akan disampaikan langsung oleh dokter spesialis.” Pungkasnya.
Usulan ini disambut baik oleh para peserta pengajian, yang melihatnya sebagai langkah positif untuk menambah wawasan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Puncak acara pengajian Fuspita se-Kecamatan Lut Tawar tersebut diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Tgk. Husaini Sasa. Dalam ceramahnya, Tgk. Husaini mengupas tuntas makna dan hikmah Qurban dalam Perspektif Islam. Dia memberikan pemahaman yang mendalam kepada para hadirin mengenai ibadah yang akan segera dilaksanakan umat Muslim setiap tanggal 10 Dzulhijjah itu. (IMH/ProkopimAT)
