Bupati Shabela Sambut Kunjungan Silaturrahmi Pengurus Forhati Aceh dan Tim Run Eksebishi DLT 2021

65

Takengon – Setelah pada malam sebelumnya menggelar acara ramah tamah bersama Pengurus Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) se-Sumatera, malam ini Kamis (11/03) Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar kembali menerima kunjungan muhibah dari Pengurus Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Provinsi Aceh dan Tim Run Eksebishi Danau Lut Tawar 2021 dalam acara jamuan makan malam di Pendopo Bupati setempat.

Bupati Shabela Abubakar menyampaikan apresiasi bagi Pengurus Forhati Aceh yang akan menggelar Rapat Kerja di Takengon, juga kepada Tim Run Eksebishi yang akan melakukan kegiatan lari marathon mengelilingi Danau Laut Tawar pada minggu, 13 Maret 2021 besok.

“Saya selaku Bupati Aceh Tengah sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat datang di Takengon, semoga selama melangsungkan kegiatan disini dapat berjalan dengan baik,” ujar Shabela mengawali sambutannya.

Momen silaturrahmi malam itu, juga dimanfaatkan Bupati Shabela Abubakar untuk menyampaikan potensi Kabupaten Aceh Tengah sebagai kabupaten yang ramah investasi dan layak dikunjungi.

Dikatakannya, saat ini Kabupaten Aceh Tengah telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata pavorit di Aceh yang wajib untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam, pegunungan, atraksi budaya, arung jeram hingga panorama danaunya yang selalu menggoda, disamping destinasi wisata keluarga dan kuliner yang tak kalah seru dan menarik.

Untuk itu dia berharap kegiatan yang dilaksanakan oleh Forhati dan Tim Eksebishi Run juga dapat mengambil bahagian dalam turut mempromosikan wisata di Kabupaten Aceh Tengah.

“Kami sangat menyambut baik bilamana ada organisasi ataupun instansi menyelenggarakan kegiatan didaerah kami. Karena ini sangat mendukung pariwisata di Aceh Tengah,” kata Shabela.

“Dan tolong sampaikan kembali keadaan yang saudara lihat didaerah ini kepada handai tolan dan kerabat saudara ditempat masing-masing, dan mau berkunjung kembali kesini,” lugasnya.

Selain itu ditegaskan Shabela, meskipun saat ini Kabupaten Aceh Tengah mulai membuka keran kunjungan wisata secara bertahap, namun penegakan protokol kesehatan, tetap harus menjadi perhatian pengunjung yang ada, dan juga selama berkunjung harus memperhatikan dan menyesuaikan dengan norma-norma yang berlaku didaerah ini.

“Untuk menjaga kesehatan kita bersama, kami minta kepada kita semua yang berada disini untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan,” ajaknya.

“Kami juga ingin menegaskan, bahwa Takengon terbuka untuk siapapun. Namun wisata disini adalah wisata syariah. Untuk itu tolong hormati kearifan yang berlaku dimasyarakat sini” tutup Shabela. (IMH/Humas)