Rakerkesda Aceh Tahun 2024, Asisten I Harap Hasilkan Program Strategis Yang Aplikatif dan Inovatif

73

Takengon – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh menyelenggarakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) tahun 2024 bertemakan “Bersama Menuju Aceh Sehat dan Sejahtera”, yang berlangsung di Aula Ballroom Hotel Parkside Petro Gayo Takengon, Selasa (21/05/2024).

Hadir dalam rakerkesda tersebut, Menteri Kesehatan yang diwakili Kepala Badan Kebijakan Kesehatan Syarifah Liza Munira, Ph. d, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Seluruh Kepala Dinas Kabupaten/ Kota se-Aceh, Seluruh Direktur RSUD Kabupaten/ Kota se-Aceh, Pimpinan BPJS Kesehatan wilayah Aceh, Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Aceh, Pimpinan UNICEF wilayah Aceh, dan seluruh peserta rakerkesda.

Dalam sambutan Penjabat Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si, mengucapkan selamat datang di Kabupaten Aceh Tengah kepada seluruh peserta raker kesehatan tahun 2024.

“pertama-tama, kami ucapakan selamat datang di Kabupaten Aceh Tengah dan terima kasih telah memilih daerah kami sebagai tuan rumah dalam kegiatan rakerkesda ini,” ucap Mursyid.

Rapat kerja kesehatan daerah ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya dengan tujuan untuk mengevaluasi serta merumuskan strategi dan kebijakan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Aceh, yang akan berlangsung 21-22 Mei 2024.

Mursyid melanjutkan, isu krusial yang menjadi perhatian utama adalah penurunan angka stunting di Indonesia. Saat ini angka stunting secara nasional masih berada di sekitar 21 persen. Sedangkan Pemerintah telah menargetkan angka stunting dapat turun menjadi 14 persen pada tahun ini.

“stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kualitas generasi masa depan kita, melalui rakerkesda ini, kita perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi antar instansi terkait untuk melakukan intervensi yang efektif dan berkelanjutan guna mencapai target tersebut,” ujarnya.

“langkah-langkah preventif dan promotif harus terus ditingkatkan, termasuk kampanye gaya hidup sehat, deteksi dini, serta penguatan fasilitas dan layanan kesehatan,” tegas Mursyid lebih lanjut.

Kemudian, dalam upaya memperkuat industri kesehatan, masih banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri. Menyebabkan kerugian negara mencapai Rp.180 Triliun per tahun, menunjukkan masih adanya kekurangan dalam sistem pelayanan kesehatan.

“melalui rakerkesda ini, kita harus bersama-sama mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di dalam negeri, baik dari segi fasilitas, tenaga medis, maupun teknologi kesehatan,” kata Mursyid.

Menutup sambutan Penjabat Bupati Aceh Tengah, mengharapkan melalui rakerkesda tahun 2024 dapat menghasilkan program kerja konkret sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“akhirnya, kami berharap rakerkesda Aceh tahun 2024 ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang aplikatif dan inovatif,” harapnya.

“mari kita manfaatkan forum ini sebaik mungkin untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan best practices, sehingga kita bisa memperkuat sistem kesehatan kita dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.” tutup Mursyid. (AS/ProkopimAT)

X