Tutup Derby Gayo 2026, Bupati Haili Yoga Dorong Pacuan Kuda Jadi Agenda Rutin dan Penggerak UMKM

1

Takengon – Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., secara resmi menutup gelaran Pacuan Kuda Derby Gayo 2026 di Arena Pacuan Kuda Hasan Gayo, Kecamatan Pegasing, Minggu (8/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Pra PON XXVII NTT/NTB Tahun 2028.

Penutupan turut disaksikan jajaran Forkopimda, Ketua KONI Aceh Tengah, sejumlah kepala SKPK, serta ribuan masyarakat yang memadati arena pacuan kuda kebanggaan masyarakat Gayo tersebut.

Ketua Federasi Nasional Pordasi Pacu Aceh, Rahamuddinsyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan pada Agustus lalu, terdapat 12 ekor kuda yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti Derby Gayo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan cabang olahraga berkuda agar dapat berpartisipasi dalam ajang olahraga tingkat daerah maupun nasional. Pihaknya juga berharap Derby Gayo dapat masuk dalam kalender pacuan kuda nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pordasi, KONI, sponsor, pemilik kuda, peserta, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi keberhasilan panitia menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Menurut Bupati Haili Yoga, pacuan kuda bukan sekadar tradisi dan warisan budaya masyarakat Gayo, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai wadah pembinaan atlet dan pengembangan prestasi olahraga berkuda.

Ia berharap kegiatan pacuan kuda dapat digelar secara rutin, setiap satu atau dua bulan sekali, dengan pengelolaan yang melibatkan pihak ketiga. Pemerintah daerah, katanya, siap mendukung upaya tersebut agar kegiatan ini terus berkembang sebagai hiburan rakyat.

Ia juga mendorong agar penyelenggaraan berikutnya dikemas lebih meriah dengan hiburan dan keterlibatan pelaku UMKM, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih lama, termasuk hingga malam hari.

Menutup kegiatan, Bupati berpesan kepada para peserta yang belum meraih kemenangan agar tidak berkecil hati dan menjadikan hasil perlombaan sebagai motivasi untuk berlatih lebih baik. Ia berharap Derby Gayo terus menjadi kebanggaan masyarakat, sekaligus memperkuat pelestarian budaya, prestasi olahraga, pariwisata, dan perekonomian Aceh Tengah. (RH/ProkopimAT)