Tradisi Melengkan Upaya Pelestarian Adat Bertutur di Gayo Takengon Aceh Tengah

70

Takengon – Mengambil tempat di Aula Gedung Serba Guna Kampung Bahgie, Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, dalam rangka pembinaan dan pelestarian adat Gayo, Sekretariat Majelis Adat Gayo (MAG) selenggarakan Pelatihan Melengkan, Kamis (18/08/2022).

Setidaknya diikuti 79 peserta, yang terdiri dari Imem Mukim, Reje, Para Perwakilan Saraq Opat, perwakilan dari 30 Kampung masing-masing mengirimkan 1 orang peserta,Tokoh Masyarakat dan Anggota Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah.

Melengkan adalah salah satu budaya bertutur kata yang telah ada sejak dulu dalam kehidupan masyarakat Gayo, dimana tradisi bertutur atau lisan ini merupakan pondasi dasar bagi pengembangan bahasa. Dimana hal itu merupakan landasan pokok dari tumbuh kembangnya literasi membaca dan menulis dalam kehidupan masyarakat Gayo termasuk di Takengon Aceh Tengah.

Hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, mengapresiasi Sekretariat Majelis Adat Gayo (MAG) atas terselenggara nya Pelatihan Melengkan sebagai salah satu upaya melestarikan nilai-nilai adat istiadat Gayo terutama di era globalisasi seperti saat ini.

“Ari sebeb oya kami tiro, gelah songoh wan acara pelatihen ni, buge kase musampe program kegiaten ni. Penting kire, ara tersusun standar melengkan khusus melengkan munyerah rempele rom menerime rempele, beta kire siageh-agehe, Dan selanjute perlu i dokumentasin rom i bukun sehinge ngok mujadi pedoman edet bermelengkan te i tanoh gayo ni ku generasi mude i masa selanjute”, Ujar Bupati Shabela dalam salah satu sesi arahan dan bimbingan nya yang sedari awal mengunakan Bahasa Daerah Gayo.

“Wan melengkan biasa e mulekat pesan agama, oya kati urang tue berperi edet orom agama lagu jet rom sifet, nilai agama lebih i pahami, lebih i makna i, lebih rasa koan ate ni urang gayo bile isawahen rom basa melengkan, ike i bagien pesisir so adat seumapa atau narid maja beta kata olehe”, Terang Bupati terkait makna dari Budaya dan tradisi melengkan yang telah lama hidup dalam keseharian Masyarakat Gayo.

Di akhir Sambutanya Bupati Shabela Abubakar, menyampaikan, agar pelatihan Malengkan dan Syair Gayo yang digelar ini juga dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan tentang adat istiadat dan tentu sesuai dengan ajaran agama Islam, dan kultur budaya yang telah mengakar dalam kehidupan Masyarakat Gayo Takengon Kabupaten Aceh Tengah, Pungkas Sambutan Bupati dalam kesempatan itu. (HMA/ProkopimAT)

X